Minggu, 08 September 2013

Paralayang di Langit Jember

1 September 2013


Paralayang (Paragliding) adalah olahraga terbang bebas dengan menggunakan sayap kain (parasut). Olahraga ini lepas landas dari sebuah lereng bukit atau gunung dengan memanfaatkan angin. Salah satu acara dalam Bulan Berkunjung Jember tahun 2013 yaitu diadakannya kompetisi Paralayang yang dilaksanakan di daerah Mumbulsari. Para pilot paralayang lepas landas dari Gunung Mandigu. Untuk menempuh ke atas bisa menggunakan ojek yang banyak disediakan masyarakat sekitar. Saat itu saya naik ke tempat Launching (istilah yang digunakan para atlet untuk menyebut tempat lepas landas) dengan naik ojek seharga Rp.20.000 (berarti naik-turun total seharga Rp.40.000). Sebenarnya bisa dilalui dengan motor biasa, tapi berhati-hatilah, kasian si motor kalau tidak biasa, bisa-bisa tidak bisa pulang dengan tubuh motor yang utuh karena jalan untuk ke tempat Launching terus menanjak dan sangat sempit, hanya cukup 1 motor lewat. Jadi ketika papasan dengan motor lain di arah yang berlawanan, salah satu harus mengalah untuk memberikan jalan secara penuh. Menarik sekali saat naik ojek ke gunung (baru pertama kali naek gunung dengan ojek) karena pemandangannya membuat kita menjadi orang yang paling tinggi di Jember, yah walaupun ketika naek ojek harus banyak-banyak berdoa karena samping kanan atau kiri adalah jurang dan tukang ojeknya menyetir seperti lewat di jalan yang sangat lebar. Awalnya sih takut, tapi lama-kelamaan seru juga. 

Pemandangan yang bisa dilihat dari Gunung Mandigu




Ketika sudah sampai tempat Launching, disana sudah banyak atlet yang menunggu untuk “terbang”. Persiapan dilakukan sebelumnya seperti membenarkan parasut dan mengecek helm dan alat keamanan tubuh lainnya, serta yang terpenting adalah merasakan angin. Saya tidak terlalu paham dengan perhitungan angin yang mereka gunakan. Saat angin bertiup kencang mereka tidak akan terbang, tapi ketika angin tidak bertiup, jangan sekali-sekali mencoba terbang. 
mempersiapkan parasut
membutuhkan bantuan orang lain dalam menyiapkan parasut untuk Take Off
memastikan tali-tali parasut 
berdoa sebelum Take Off
saling menyemangati dan membantu memberikan kode untuk Take Off

waiting
penanda arah angin
Setelah dilakukan Prepare (persiapan), atlet menunggu angin untuk Take Off (saya menyebutnya mereka akan terbang).



Inilah paralayang di langit Jember










Setelah itu, dibawah sana, di sebuah lapangan sudah ditentukan panitia sebagai tempat pendaratan (landing). Setelah Landing, mereka akan mengemasi lagi parasutnya dan naik ke tempat Launching lagi untuk melakukan Take Off sebanyak 4 kali.



Saat saya bertanya kepada beberapa peserta, kebanyakan mereka berasal dari daerah Jawa Timur dan ada 1 orang yang berasal dari Polandia. Menurut penuturan mereka, teman-temannya banyak yang mengikuti kompetisi paralayang di Danau Toba yang diadakan seminggu kemudian setelah acara ini.

Gunung Mandigu juga baru-baru saja digunakan sebagai tempat lepas landas Paralayang. Kata salah satu peserta, para atlet paralayang mempunyai komunitas sendiri, dimana ketika menemukan tempat baru, maka mereka juga lah yang menentukan tempat tersebut layak sebagai tempat lepas landas atau tidak. Saya kurang mengerti kapan lebih tepatnya gunung ini sudah dijadikan tempat lepas landas. Menurut penuturan warga sekitar, setiap tahun biasanya diadakan kompetisi sebanyak 3 kali di tempat tersebut dan acara ini merupakan kompetisi yang kedua kalinya. Semoga saja, kompetisi seperti ini, rutin dilakukan setiap tahunnya.





4 komentar: